061HC Medan Area
Medan dan Hardcore tidak dapat terpisahkan dari jaman era Martyr membawa panji Straight Edge pada masanya sehingga menginspirasi beberapa anak anak untuk membaptis dirinya dalam X di tangan, masa dimana logo 3 jari di kaos belakang berseliweran di setiap acara hingga sekarang. Masa dimana 061 lebih dikenal sebagai kolektif acara HC/punk dari pada sekedar kode telpon ataupun sebuah komunitas stand up komedi.
Sebut saja beberapa band seperti Empat belas, Trying To Find, No One Cares, Titik Balik, Trap, Victim In Pain, Tarung Taring hingga sekarang Caveman, Strage, Brainwacks dan Pleazure And Pain yang masih terus aktif dikancah skena Hc/Punk Indonesia.
Selayaknya kobaran api yang terus terjaga, Medan sampai saat ini pun terus melahirkan band-band yang akan menghilangkan keraguan kalian sembari menunggu sang messiah turun. Kalaulah boleh meminjam lirik Lasting Power “Dan terlihat warna cerah dari seberang”, seolah ada harapan dalam kecemasan dan kekecewaan atas dunia ini.
Tanpa banyak cakap lagi langsung saja berikut 5 band yang melanjutkan semangat 061HC:
1. Lasting Power
Band yang telah kita comot liriknya tadi masih terbilang baru dan langsung mengeluarkan EP pada akhir tahun 2025 kemarin yang berjudul Visualised Eden yang berisi 5 Lagu dan dirilis oleh Insist Records dalam bentuk kaset tape.
Lasting Power membawakan formula yang segar nan ciamik secara musikalitas. Mengawinkan part Cro Mags, Outburst hingga The Iceman dengan melodi band-band Jepang era Burning Spirit seperti Death Side, Bastards sehingga menghasilkan sebuah mahakarya.
Mendengarkan Lasting Power wajib bila kalian ingin menyelam ke dalam lautan 061HC yang lebih dalam
Bandcamp : https://insistrecords.bandcamp.com/album/ins-003-lasting-power-visualize-eden-ep
2. Vacation
They are straight and fast, itu lah yang mungkin dapat mendeskripsikan Vacation sebagai salah satu band yang mengembalikan kejayaan era fastcore pada masanya.
Band yang tidak pernah memakai warna lain kecuali warna hitam pada saat sesi live ini tak banyak cakap dan langsung menyuguhi kalian dengan tempo cepat tanpa ampun layaknya rudal Iran yang menghantam jantung kota Tel Aviv kemarin.
Vacation baru saja merilis EP berjudul Raw Damage yang dirilis oleh Iron Thread Records, berisikan 20 lagu yang 4 diantaranya merupakan Cover song.
Sebagai soundtrack menemani dalam berkendara di padatnya lalu lintas kota Medan mungkin Vacation adalah pilihan yang tepat.
Bandcamp : https://vacationhc.bandcamp.com/album/tradition
3. Chamber
Bila Discharge bertemu Youth Of Today maka lahirlah Chamber, sebuah perkawinan hybrid yang unik dan hampir mustahil untuk dipadukan tetapi Chamber berhasil meramu itu semua. Merilis EP berjudul Concrete Fall yangberisi 5 lagu dan 1 lagu Cover oleh The Void dirilis oleh Insist Records.
Padatnya dentuman ketukan drum khas dbeat dan moshpart YOT akan membuat kalian bingung memakai boots atau sneaker Air Jordan untuk menghadiri moshpit mereka.
Bandcamp : https://insistrecords.bandcamp.com/album/ins-001-ch-mber-concrete-falls-ep
4. Naulu
Pemiihan nama yang unik sebagai sebuah nama band. Naulu memainkan music metallic hardcore era 2000’s, mengigatkan saya pada Vision Of Disorder, Buried Alive, Disombodied hingga Throwdown.
Sepertinya Naulu ingin memberikan isyarat bahwa kalian bisa memainkan musik hardcore yang heavy tanpa harus menjadi band beatdown. EP mereka yang dirilis pada tahun 2023 berjudul Demon Slayer yang dirilis oleh Hit ‘n Burn Records pantas dimasukan dalam peta Hardcore/punk Indonesia yang dapat diperhitungkan.
Bandcamp : https://hitandburnrecords.bandcamp.com/album/naulu-the-demon-slayer
5. Derogate
Demo yang baru saja mereka keluarkan cukup menggambarkan apa yang ingin mereka mainkan. Berisi 3 lagu yang cukup mengambarkan sisi gelap dunia yang fana ini.
Bandcamp : https://cursedofderogate.bandcamp.com/album/demo-2026
Sebenarnya masih banyak band-band 061HC yang menarik dan semoga bisa saya ulas kedepannya. Terima kasih untuk Escape Records memberikan kesempatan berkontribusi di blogspot ini.
Ada pesan yang ingin saya sampaikan yang terus berseliweran di otak penulis yaitu “Hardcore bukan kompetisi” kalimat yang pernah saya dengar ketika menonton Trying To Find di sekitar tahun 2009. Sebuah kalimat yang singkat tapi selalu menjadi penawar untuk menurunkan ego.






Comments
Post a Comment