Friends You Can Trust
Ada sengkarut masalah yang umumnya tidak bisa diselesaikan sebelum mata benartertidur, hal-hal yang dilewatkan seharian penuh berhasil menguras habis energi yang sebelumnya terisi rasa kemudahan mengerjakan sesuatu yang kita anggap sebagai hambatan. Tetapi Jakarta tidak semudah itu, Jakarta membawa permasalahan yang sulit untuk dilaluipun diselesaikan lewat laju cepat yang sering kita lihat ketika jam pulang kerja di sudut-suduttransportasi umum sesak berhimpitan atau pada antrian bergilir SPBU merayap keluar bahu jalan. Ia menyajikan puzzle-puzzle yang dapat dipecahkan dengan perlahan dan konsisten, mencari sebuah jawaban secara organik, merasakan setiap sudut perempatan lampu merah kemacetan Tosari dan perempatan lainnya. Beberapa teman dekat perantau mengatakanbahwa tidak semua orang bisa tinggal disini, tidak semua orang bisa bertahan disini dan beberapa teman lainnya menyetujui hal itu. Alih-alih dapat bertahan lebih lama, nyatanya depresi datang melalui celah kosong kelelahan dan kesepian.
Lebih jauh, tekanan pekerjaan begitu bengisnya meminta diselesaikan dalam kurun waktu sebentar tanpa kompromi. Sebagian upah lembur tidak dibayar yang disebut dengan loyalitas, lalu menggantinya dengan sajian kopi gratis di sudut pantry kantor. Sekiranya, untuk melihat kehidupan diluar jam kerja adalah kemustahilan untuk bisa diikuti. Lalu hanyahari sabtu dan minggu yang kita punya, selepas itu kita harus mengajukan cuti yang jauh sebelum hari H harus izin terlebih dahulu. Lebih kurang begini, menjadi warga megapolutan dengan sedikit waktu yang dimiliki untuk bisa mendapat apa itu kewarasan dan ketenangan. Memaksimalkan hari sabtu dan minggu untuk bertemu teman-teman sama halnya sebagaipenawar di tengah sakit yang di dapat saat hari kerja dan bonusnya adalah gigs atau temandari luar kota datang yang berjumpa barang sebentar dan mengajak kuliner yang merekaingin singgahi sebagai foodlist mereka.
Masih terbilang cukup beruntung, memiliki ruang sebagai tempat pelarian kepenatanhidup adalah bentuk peluang untuk lebih lama bertahan di dunia kering ini, walaupun masih dengan teman-teman yang sama, walaupun dengan tempat yang itu-itu saja, menghabisi obrolan selepas tour yang sudah dibahas lebih dari tiga kali atau menertawai teman yang tertipu sepatu palsu. Tapi situasi menyenangkan seperti ini yang barang kali tidak didapatoleh sebagian orang lain. Untuk menjadi tenang di kota ini sepertinya memerlukan usaha lebih dari biasanya seperti menghabisi lebih kurang satu jam perjalanan atau lebih, demi dapat memaksimalkan akhir pekan ya. Jarak memang kejam, tapi memang sepadan untuk dibayar.
Ruang yang dimaksud adalah Jakarta Hardcore, sebagai ruang tanpa bangunan inimerefleksikan bahwa pertemuan ialah bentuk fleksibelitas, dimana sudut-sudut kota bisamenjadi ruang layaknya taman, ruko, atau trotoar-trotoar yang mudah untuk dijadikan tempatpertemuan. Tentu saja, disiplin “Street” yang menyatukan ini semua dan membuat lingkaran-lingkaran semangat kemandirian itu sendiri. Memperdengarkan rilisan teman sebelummengudara atau mendengar rencana tour dari band teman yang diagendakan bulan depan, bahkan saling menolong untuk membuat artwork pada band yang akan mengeluarkan debut rilisanya. Kita menunggu setiap peluang keterlibatan satu sama lain dalam proyek masing-masing dan jarang sekali menolak satu sama lain.
Dalam beberapa banyak pertemuan dan banyak juga keabsahan di malam-malamnya. Memiliki semangat untuk melanjuti hari itu tumbuh dengan sendirinya secara tidak sadar, energi pertemuan pada ruang ini menyerap lewat obrolan-obrolan ringan bahkan ejekan yang tidak ada habisnya. Dopamine seperti ini aku rasa cukup dikonsumsi tanpa memerlukan zatadiktif lainnya. Tidak berhenti disitu saja, mengomentari kebijakan negara lalu memakinyaadalah bentuk ruang ini hidup yang tidak cuma haha-hihi. Meski bisa dihitung jari, kesempatan untuk bertemu mengobati peperangan yang ada di kepala pada dewasa ini.
I'm walkin' around and wonderin' why
About those things like friendship that money can't buy
Try to gain insight on why I exist
Tryin' to find what in life I miss
Supertouch – Searching For The Light
Memutar kembali Searching For The Light milik Supertouch, aku berani berunding bahwa dimana fase kekosongan setelah pulang kerja membawa kelelahan yang melahirkan keraguan tentang bagaimana hidup yang akan datang. Kemudian ketidakpercayaan diri tumbuh, merebak hingga larut malam di tengah kesendirian. Namun, kekalutan itu luntur oleh kehadiran teman yang membawa cerianya dan menjadi ruang kosong untuk diisi riuh penuh kepala. Aku kira inilah penawar yang hampir seutuhnya terjawab di bawah negara yang semakin hari semakin mencekik. Harus diakui ada banyak momen yang luput diapresiasi, ada banyak waktu yang semena-mena dilalui tanpa apa-apa. Sebab, tidak banyak yang bisa kita lakukan.
Escape Edit: Issue 03Author: BoamCover Artwork: PlanetmentalPublished by: Escape Records
Ada sengkarut masalah yang umumnya tidak bisa diselesaikan sebelum mata benartertidur, hal-hal yang dilewatkan seharian penuh berhasil menguras habis energi yang sebelumnya terisi rasa kemudahan mengerjakan sesuatu yang kita anggap sebagai hambatan. Tetapi Jakarta tidak semudah itu, Jakarta membawa permasalahan yang sulit untuk dilaluipun diselesaikan lewat laju cepat yang sering kita lihat ketika jam pulang kerja di sudut-suduttransportasi umum sesak berhimpitan atau pada antrian bergilir SPBU merayap keluar bahu jalan. Ia menyajikan puzzle-puzzle yang dapat dipecahkan dengan perlahan dan konsisten, mencari sebuah jawaban secara organik, merasakan setiap sudut perempatan lampu merah kemacetan Tosari dan perempatan lainnya. Beberapa teman dekat perantau mengatakanbahwa tidak semua orang bisa tinggal disini, tidak semua orang bisa bertahan disini dan beberapa teman lainnya menyetujui hal itu. Alih-alih dapat bertahan lebih lama, nyatanya depresi datang melalui celah kosong kelelahan dan kesepian.
Lebih jauh, tekanan pekerjaan begitu bengisnya meminta diselesaikan dalam kurun waktu sebentar tanpa kompromi. Sebagian upah lembur tidak dibayar yang disebut dengan loyalitas, lalu menggantinya dengan sajian kopi gratis di sudut pantry kantor. Sekiranya, untuk melihat kehidupan diluar jam kerja adalah kemustahilan untuk bisa diikuti. Lalu hanyahari sabtu dan minggu yang kita punya, selepas itu kita harus mengajukan cuti yang jauh sebelum hari H harus izin terlebih dahulu. Lebih kurang begini, menjadi warga megapolutan dengan sedikit waktu yang dimiliki untuk bisa mendapat apa itu kewarasan dan ketenangan. Memaksimalkan hari sabtu dan minggu untuk bertemu teman-teman sama halnya sebagaipenawar di tengah sakit yang di dapat saat hari kerja dan bonusnya adalah gigs atau temandari luar kota datang yang berjumpa barang sebentar dan mengajak kuliner yang merekaingin singgahi sebagai foodlist mereka.
Masih terbilang cukup beruntung, memiliki ruang sebagai tempat pelarian kepenatanhidup adalah bentuk peluang untuk lebih lama bertahan di dunia kering ini, walaupun masih dengan teman-teman yang sama, walaupun dengan tempat yang itu-itu saja, menghabisi obrolan selepas tour yang sudah dibahas lebih dari tiga kali atau menertawai teman yang tertipu sepatu palsu. Tapi situasi menyenangkan seperti ini yang barang kali tidak didapatoleh sebagian orang lain. Untuk menjadi tenang di kota ini sepertinya memerlukan usaha lebih dari biasanya seperti menghabisi lebih kurang satu jam perjalanan atau lebih, demi dapat memaksimalkan akhir pekan ya. Jarak memang kejam, tapi memang sepadan untuk dibayar.
Ruang yang dimaksud adalah Jakarta Hardcore, sebagai ruang tanpa bangunan inimerefleksikan bahwa pertemuan ialah bentuk fleksibelitas, dimana sudut-sudut kota bisamenjadi ruang layaknya taman, ruko, atau trotoar-trotoar yang mudah untuk dijadikan tempatpertemuan. Tentu saja, disiplin “Street” yang menyatukan ini semua dan membuat lingkaran-lingkaran semangat kemandirian itu sendiri. Memperdengarkan rilisan teman sebelummengudara atau mendengar rencana tour dari band teman yang diagendakan bulan depan, bahkan saling menolong untuk membuat artwork pada band yang akan mengeluarkan debut rilisanya. Kita menunggu setiap peluang keterlibatan satu sama lain dalam proyek masing-masing dan jarang sekali menolak satu sama lain.
Dalam beberapa banyak pertemuan dan banyak juga keabsahan di malam-malamnya. Memiliki semangat untuk melanjuti hari itu tumbuh dengan sendirinya secara tidak sadar, energi pertemuan pada ruang ini menyerap lewat obrolan-obrolan ringan bahkan ejekan yang tidak ada habisnya. Dopamine seperti ini aku rasa cukup dikonsumsi tanpa memerlukan zatadiktif lainnya. Tidak berhenti disitu saja, mengomentari kebijakan negara lalu memakinyaadalah bentuk ruang ini hidup yang tidak cuma haha-hihi. Meski bisa dihitung jari, kesempatan untuk bertemu mengobati peperangan yang ada di kepala pada dewasa ini.
I'm walkin' around and wonderin' why
About those things like friendship that money can't buy
Try to gain insight on why I exist
Tryin' to find what in life I miss
Supertouch – Searching For The Light
Memutar kembali Searching For The Light milik Supertouch, aku berani berunding bahwa dimana fase kekosongan setelah pulang kerja membawa kelelahan yang melahirkan keraguan tentang bagaimana hidup yang akan datang. Kemudian ketidakpercayaan diri tumbuh, merebak hingga larut malam di tengah kesendirian. Namun, kekalutan itu luntur oleh kehadiran teman yang membawa cerianya dan menjadi ruang kosong untuk diisi riuh penuh kepala. Aku kira inilah penawar yang hampir seutuhnya terjawab di bawah negara yang semakin hari semakin mencekik. Harus diakui ada banyak momen yang luput diapresiasi, ada banyak waktu yang semena-mena dilalui tanpa apa-apa. Sebab, tidak banyak yang bisa kita lakukan.
Comments
Post a Comment